Rekomendasi untukmu
Populer
Populer
Baru
Populer
Populer
PopulerKantor Hera Disegel, Darah di Jari, Sumpah Balas Dendam Hephaestus datang dengan alasan audit darurat Kongres, lalu menyita kantor Ibu Negara Hera Cain. Hera menyebutnya kudeta politik; Hephaestus tersenyum dan menjawab tidak ada properti pribadi di Gedung Putih—termasuk Hera. Ia memerintahkan pengawal menyeret Hera keluar. Dalam dorongan itu, barang-barang pribadi Hera hancur, kaca menoreh jarinya, dan darah menetes di lantai. Hera menatap noda merah itu, bukan sebagai luka, melainkan sebagai penanda utang. Di depan Hephaestus, ia bersumpah dalam hati: penghinaan hari ini akan dibayar dengan kursinya. Darah Hera menempel di karpet Gedung Putih; berapa lama sebelum Hephaestus tahu bahwa setiap tetesnya jadi bukti?
Populer
Populer
Baru
Populer
Populer
Populer